{"id":2343,"date":"2021-09-23T19:18:33","date_gmt":"2021-09-23T19:18:33","guid":{"rendered":"https:\/\/puslitbangkumdil.jetschool.id\/?post_type=product&#038;p=2343"},"modified":"2023-07-14T17:23:17","modified_gmt":"2023-07-14T10:23:17","slug":"51-pelaksanaan-penahanan-dalam-penyelesaian-perkara-jinayat-di-nangroe-aceh-darussalam","status":"publish","type":"product","link":"https:\/\/ebook.bsdk.mahkamahagung.go.id\/index.php\/product\/51-pelaksanaan-penahanan-dalam-penyelesaian-perkara-jinayat-di-nangroe-aceh-darussalam\/","title":{"rendered":"PELAKSANAAN PENAHANAN DALAM PENYELESAIAN PERKARA JINAYAT DI NANGROE ACEH DARUSSALAM"},"content":{"rendered":"<p>Latar Belakang Masalah<\/p>\n<p>Secara yuridis formal, pengaturan Syari\u2019at Islam di Aceh didasarkan pada Undang-Undang No. 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh dan Undang-Undang No. 11 Tahun 2006\ufffd tentang Pemerintahan Aceh. Kedua undang-undang ini menjadi dasar kuat bagi Provinsi Daerah Istimewa Aceh untuk menjalankan Syari\u2019at Islam. Hal ini menandakan Syari\u2019at Islam adalah bagian dari kebijakan negara yang diberlakukan di Aceh. Dalam pelaksanaannya pun tidak terlepas dari tanggung jawab negara.<\/p>\n<p>Peran yang ditampilkan negara dalam rangka pelaksanaan Syari\u2019at Islam di Aceh, berangkat dari pengakuan konstitusi UUD 1945 yang mengakui dan menghormati satuan-satuan pemerintah daerah yang bersifat khusus atau istimewa. Salah satu kekhususan dan keistimewaan Aceh adalah pelaksanaan Syari\u2019at Islam. Masyarakat Aceh telah menjadikan norma agama sebagai standar untuk mengukur apakah suatu perbuatan sesuai atau tidak dengan Syari\u2019at Islam. Setiap muslim meyakini bahwa Syari\u2019at Islam merupakan jalan hidup yang dapat mengantarkan kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akhirat.<\/p>\n<p>Pengakuan lebih lanjut terhadap pelaksanaan Syari\u2019at Islam dalam konteks hukum negara terdapat dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2006\ufffd tentang Pemerintahan Aceh. Dalam undang-undang ini Syari\u2019at Islam sudah menjadi hukum nasional, baik dalam proses penyusunan materi hukum, kelembagaan dan aparatur penegak hukum, maupun peningkatan kesadaran akan hukum syari\u2019at.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<h6><strong>Tahun Penelitian :<\/strong> 2016<\/h6>\n<p>&nbsp;<\/p>\n[maxbutton id=\"1\" url=\"https:\/\/pustrajak.bsdk.mahkamahagung.go.id\/pengunjung\/Flipbook\/index\/pelaksanaan-penahanan-dalam-penyelesaian-perkara-jinayat-di-nangroe-aceh-darussalam\" ]\n","protected":false},"featured_media":2373,"template":"","meta":{"om_disable_all_campaigns":false},"product_cat":[45],"product_tag":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ebook.bsdk.mahkamahagung.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/product\/2343"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ebook.bsdk.mahkamahagung.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/product"}],"about":[{"href":"https:\/\/ebook.bsdk.mahkamahagung.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/product"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ebook.bsdk.mahkamahagung.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/product\/2343\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5759,"href":"https:\/\/ebook.bsdk.mahkamahagung.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/product\/2343\/revisions\/5759"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ebook.bsdk.mahkamahagung.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2373"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ebook.bsdk.mahkamahagung.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2343"}],"wp:term":[{"taxonomy":"product_cat","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebook.bsdk.mahkamahagung.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/product_cat?post=2343"},{"taxonomy":"product_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebook.bsdk.mahkamahagung.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/product_tag?post=2343"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}